sakit
19.42 | Author: do you know lydhia

hiks.hiks..

karena ujan kemaren, jadi demam gini deh

gila. gw tuh cuma kena ujan sehari doank. and itu juga udah pake mantol. heran, cepet banget sih kena penyakitnya?

akibatnya, dari kemaren sabtu sampe tadi pagi, badan gw menggigil semua, tadi pagi gw juga nggak ikut upacara. nggak urusan dimarahin guru atau nggak, yang penting gw nggak ikut upacara. kalo gw ikut upacara itu mah namanya nyari gara gara. hidup sudah susah. jangan dibuat sussah donk

ada cerita seru nih.

tadi pas lagi nggak ikut upacara, kan gw tiduran dikelas bersama dengan orang orang yang 'katanya juga sakit'. trus gw kan mau tiduran gitu. gila,suasana tuh udah tenang banget, tapi mengapa gw tetep aja nggak bisa tidur pules yya? mungkin karena nggak kebiasaan kali. maklum, biasa tidur di empang. 

lo tau nggak suasana saat itu?

disana nggak boleh ada suara berisik. pas ada suara kayu jatuh, semua anak yang ada didalem kelas itu jadi pada bingung sendiri. gimana nggak bingung?guru guru pada diluar kelas, pada kepanasan ikutupacara, sedangkan kita??

malah tiduran seenaknya dikelas. sarap ni anak..

tapi, ada enaknya juga lhoh..

nggak dirumah, nggak disekolah. gw bakalan dapet perhatian lebih dari orang orang. ngarep..

pasti semua orang pada nanyain gini. 'kenapa mud kok pake jaket?'

sebenarnya, nggak usah dijawab,  mereka udah tau kali, kenapa gw pake jaket?




ada lanjutannya
musim hujan
18.12 | Author: do you know lydhia
nggak enak banget sih musim hujan
sebagai anak sekolah yang naik motor sendiri, itu sungguh sangat menyiksa(hiperbola)

ih. please deh, tadi siang pas mau pulang sekolah, hujannya tuh deras banget. mau nekat pulang langsung tapi kok deres banget, tapi kalo mau nunggu sampe terang, bisa sampe jam 5-an.

ya udah deh. nekat ujan ujanan sama memes and pithik..

awalnya sih gw enjoy sama ujan yang agak deras. tapi pas sampe tengah jalan, kok ujannya tambah deres yya?
ya udah pake mantol deh akhirnya
padahal niatnya dari sekolah ntu mau ujan ujanan. lagiyan besok kan udah nggak pake baju osis lagi. pakenya pramuka

next, penderitaan belum brenti nih
sampe dirumah, mandi, trus mo makan. ehh ternyata nggak ada makanan. adanya telor ceplok doank. untung aja telornya udah dimasak. kalo belum, langsung aku makan aja mentah mentahnya.

then, mau nyari lauk yang laen, nggak ada. mau nyari krupuk, eh ternyata udah lama banget tuh kripik di toples. kalo mau dimakan, takutnya kejang kejang

biar nggak laper lagi, buat tidur aja. eh pas mau tidur, ternyata ada yang lagi mau masang lukisan gitu.and lagi mukul mukulin tembok. nggak bisa tidur deh
gimana mo tidur coba. tidur kan memerlukan ketenangan, kesunyian, and kehampaan. halah
eh, ternyata yang ada malahan tok tok tok tok..
plus suaranya banter banget pula. lengkap deh penderitaan gw.

ada yang mau nambahin?
gw gebukin loe duluan!


ada lanjutannya
masuk sekolah
18.26 | Author: do you know lydhia
ih. nyebelin banget tau nggak
hari pertama harus masuk jam 06.45
padahal, tiap hari aja bangunnya kalau nggak jam 7, paling jam 8-an.
dan itu harus bangun paling telat jam setengah 6..ya sudah akhirnya aku nyetel alarm jam 5 biar nggak telat. tapi, alarmnya yang nggak bunyi, atau akunya yang bego sih?
gila aja, alarm bunyinya jam 5, bangunnya jam 5.45??
(itu mah namanya kebo) ah.. biarin. untung aja sampe sekolah nggak telat. meskipun 5 menit kemudian ada suara suara *tteeettt..tteeett...tteeeettt*
kkyyaa.. udah masuk!! untung untung. nggak telat..ffiiuuhh..


hari pertama diawali dengan upacara yang super duper lama. (kayaknya biasa aja deh, karena nggak pernah upacara aja, jadinya ngerasa lamaaaa bbaanngeet)
upacara selesai, wali kelas masuk, ngasih nasihat blaa bla bla. lalu pulang deh. katanya sih guru gurunya pada mau ngadaian rapat gitu.
jam setengah 9 pulang, maen + ngobrol ma sahabat aku. lalu pulang sampe rumah jam setengah 12!

haha. untung aja inget pulang rumah. coba kalo nggak inget. bisa pulang jam 3-an deh.
sarap. giliran pulang pagi, langsung maen. tapi kalo pulang siang, pasti ngerengek ngerengek gurunya suruh cepet pulang.. sarap lu!

hari kedua masuk sekolah sungguh sangat menyakitkan. gimana nggak? ternyata udah ada pelajaran full. dan nggak semua jadwal aku bawa.. untung aja temen temen juga pada gitu(minimal ada temennya gitu)

tapi, ada yang bagus lho. pas pelajaran terakhir, kan ada pelajaran bahasa mandarin. padahal anak anak udah pada males banget merhatiin laoshi (bahasa tarzannya guru)
laoshi : "siang "
murid murid : "siang laoshi'
laoshi : "gimana nilai raportnya kemaren?"
murid 1: "ya ampun laoshi. dateng dateng ngucapin selamat tahun baru kek. malah nanyain nilai kemaren.."
laoshi : "oh iya. selamat tahun baru 2009 "
murid : "gitu dong pak.. jangan nanyain nilai. tersinggung nih"
laoshi : "ada yang mau protes tentang nilai?atau mungkin ada yang kelebihan nilai?"
murid : "ada pak. kenapa nilainya nggak ada yang 10 pak?"
laoshi : "...."
murid : "lagian pak, yang ada itu,kekurangan nilai kali pak. bukannya kelebihan nilai. kalo kelebihan nilai mah, mending disumbangi aja kali pak"


then, pada hari kedua masuk sekolah, pelajaran terasa sangat amat lama. gila aja 45menit tuh terasa kayak 2 jam tau nggak. plus ngantuk pula. nggak niat sekolah banget sih nih anak






ada lanjutannya
review transporter 3
21.58 | Author: do you know lydhia
Trnasporter 3
Film ini diawali dengan aktivitas mencurigakan sebuah kapal pengangkut muatan. Rasa ingin tahu dari kedua orang awak kapal tersebut akan muatan yang mereka bawa telah menewaskan diri mereka. Mayat mereka pun kemudian segera disingkirkan dengan cara dibuang ke laut. Setelah kejadian itu, cerita berlanjut dengan seorang laki-laki yang tengah mengemudikan mobil bersama seorang gadis yang sedang tertidur. Untuk menghindari sebuah operasi kepolisian, ia kemudian kabur dan para polisi pun mengejarnya.

Di saat yang bersamaan dengan itu, Frank Martin tengah asyik memancing bersama dengan Inspektur Tarconi. Namun, kedamaian untuk seorang Frank Martin tampaknya terasa terlalu mahal. Di tengah waktu santainya pada malam hari, sebuah mobil masuk dengan menabrak dan meruntuhkan tembok rumahnya. Mobil tersebut dikemudikan oleh laki-laki yang telah berhasil melarikan diri dari kejaran polisi dalam keadaan sekarat. Frank yang merasa cukup dikejutkan dengan kejadian itu pun berusaha mengeluarkan orang tersebut dari mobil dan memanggil ambulan. Orang itu menolak, namun pada akhirnya pun ia segera dibawa oleh ambulan tersebut. Frank yang menyadari adanya sesuatu yang tidak beres lalu mengejar ambulan yang telah mengangkut orang tersebut. Tetapi sudah terlambat, ambulan tersebut terlebih dahulu telah meledak dan hancur. Frank yang terkejut kemudian memeriksa mobil yang dikendarai orang itu dan menemukan seorang gadis berada di bagian belakang mobil tersebut. Tidak lama setelah itu, Frank kemudian tidak sadarkan diri.

Kemudian, Frank yang pingsan, menemukan dirinya terbangun di suatu tempat. Ternyata ia dibawa untuk dihadapkan kembali pada pekerjaannya sebagai “transporter.” Pada awalnya, ia menolak untuk menerima tugas tersebut. Akan tetapi, keputusannya pun berubah dengan situasi yang tidak menguntungkan baginya. Maka, seperti sebelumnya, Frank pun kembali harus menjalankan tugas sebagai seorang pengantar. Dan kali ini, aturannya masih tetap sama, kecuali satu. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Enjoy the movie, then…


Overall

Film ini memperoleh tanggapan yang cukup beragam dari berbagai kalangan penikmatnya. Mulai dari yang merasa agak kecewa, hingga yang merasa dipuaskan lewat film ini. Saya sendiri merasa cukup terhibur dengan film ini. Meskipun harus diakui dengan kualitas cerita yang standar dan tidak sulit untuk ditebak, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa film ini tidak bisa dibilang jelek. Jason Statham kembali jadi alasan utama saya untuk menyaksikan film laga ini. Kualitas akting yang berkembang, dipadukan dengan modal dasar yang wajib dimiliki oleh para pemain film action saat ini telah ia miliki. Dari fisik yang oke, sampai pada kemampuan meminimalisir penggunaan pemeran pengganti untuk berbagai adegan ekstrim yang dilatarbelakangi oleh kemampuan beladirinya pun telah semakin mengangkat dirinya. Belum lagi ditambah dengan koreografi yang ditangani oleh Corey Yuen Kwai. Hal itu menjadikan film ini cukup wajib untuk disaksikan para penggemar film action.

Secara keseluruhan, film ini memang tidak mengecewakan. Adegan-adegan fighting pada film ini bener-bener keliatan keren dan cukup intense seperti film-film action lainnya yang pernah Jason Statham bintangi. Walaupun inti dari cerita pada film ini bisa dibilang sudah cukup umum, namun saya merasa cukup tertarik dengan tema cerita yang dibawakan Transporter 3 kali ini. Perjanjian illegal antara pihak pemerintah yang berwenang dengan pihak-pihak pelaku kegiatan bisnis yang “dilegalkan” sepertinya cukup menarik untuk diangkat. So, para penikmat film action, para penggemar Jason Statham, serta para pemerhati Transporter series… Feel free to enjoy this movie!
sumber: ngobrolaja.com

ada lanjutannya
my graffiti about lomography
21.10 | Author: do you know lydhia








ada lanjutannya
story of lomography(3)
10.21 | Author: do you know lydhia
[2001] : Lomographic Sampling Games .

Lomography's most ambitious project to date.

Ardent and hardcore lomographers around the globe were given a Herculean mission - to fill their Lomographic Sampling Games album with 116 pictures - thereby fully representing their life and passions in glossy photo paper. Over 500 participants stepped up to the challenge - submitting thousands upon thousands of pictures. From this esteemed group, 10 finalists were selected and 2 Grand Champions chosen - Max and Django, a father and daughter team from the United Kingdom.


[2002] : The Pop 9 & "Just Shoot" .

In June 2002 - the birth of the Lomographic Golden Child - the Pop 9.

A 9-lens wonder designed to explode your world into a riot of Pop Art patterns, the Pop 9 pleads guilty to the charge of addicting lomographers everywhere to it's enrapturing photo-format.

Also, amidst much panting and laboured breathing, Fabian Monheim coordinates the release of "Don't Think, Just Shoot" - our most glorious and prestigious publication to date. Published in conjunction with the prestigious Booth-Clibborn Editions of the United Kingdom, "Just Shoot" features 378 pages of over 2000 shining, beautiful lomographs - taken from the millions of submissions that we received during the "LomOlympics 2000" and "Lomographic Sampling Games 2001."


Lomo Onto Tomorrow .

The explicit aim of the Lomographic Society is to study and document the world's surface by taking millions of snapshots of it.

Following the 10 golden rules of Lomography, lomographers shoot as many impossible pictures as possible in the most impossible of situations from the most impossible of positions. These lomographs are put together to make up vast walls of pictures with tens of thousands of images shot by what are often hundreds of individual lomographers, and then exhibited all over the world.

The ever-advancing progression of this grand scheme is embodied in the LomoWorldArchive, a dynamic lomographic documentation of our lives; growing and expanding with each additional (click!) of the lens. A hungry beast with an endless appetite, the WorldArchive stands poised under the endless flow of lomographic morsels, greedily snatching up every photo in between its jaws, and incorporating it into the intricate mosaic of our Society. The Lomographic Society - founded on creativity and boundless energy, is open to everyone with a curious mind and trigger-happy shutter-finger. With Lomography, art is put in the hands of all, and extraordinary expression flows from ordinary circumstances.

LOMO ON!
sumber: lomography.com


ada lanjutannya
story of lomography (2)
10.20 | Author: do you know lydhia
[1996] : Provide for the Future .

As the demand for Lomo Kompakt's grew throughout the world, the society was faced with a dilemma - the Russian production plant was stopping its manufacture.

To find a solution, our intrepid "Wieners" journeyed to the very horse's mouth - the LOMO Optics factory of St. Petersburg. Relating the news of the worldwide Lomographic explosion, the Society members successfully convinced the LOMO factory heads and Mr. Vladimir Putin (the vice-mayor of St. Petersburg at that time!) to begin production of the amazing LC-A once again - ensuring that all the hungry lomographers across the world would be guaranteed a steady supply of this Russian steel wonder.

To celebrate this occasion, a joyful group of 150 lomographers and press made their way back to St. Petersburg later that same year for crazed merriment and wild abandon.


[1997] : Lomography Online & The World Congress .

lomography.com is launched as the formal Internet home base for all lomographers around the world.

A huge re-launch from our initial lomo.com, the new site provides community interaction, exciting projects and services, an interactive online WorldArchive, and a full product shop. This year also saw the First LomographicWorldCongress in Madrid. Held inside the cavernous Atocha train station, the WorldCongress boasted the largest LomoWall ever created - over 120 meters (395ft) long, and consisting of over 35,000 individual shining lomographs. Que bueno!


[1998-99] : Photo-Photo-Photo-Photo .

At the Photokina, the largest photography convention in the world, the Lomographic Society International introduces a new camera: the ActionSampler!

An incredible, 4-lensed, photo-photo-photo-photo-camera that dissects a second into four parts and then puts them back together to create something totally new. Instantly, ActionSampling fever grips the world, and lomographers everywhere are hyperactively snapping away with these cheerful little plastic boxes.

In October of the same year the Lomographic community met at the new LomoEmbassy in New York for the 2 week Action Sampler MarathonEvent. Working with a daily shooting schedule, the lomographic community ran wild through the streets of NYC, fighting for the prestigious title of "ActionSampler World Champion." After much hard work and even harder partying, Ayako Komura of Japan was declared the Ichi-Ban Princess of Action Sampling!


[2000] : God Save the Queen & LomOlymPics .

At the Salone Del Mobile, the massive annual design convention in Milan, the Lomographic Society International presents the first camera to have been developed, designed and patented exclusively by a team of Lomographers: the SuperSampler!

The queen of all multi-lens cameras! A sizzling mega-sensation quickly follows the Supersampler launch - and the lomographic community at large begins to complain of excessively strained wrists from constant and urgent Supersampling. The new obsession begins! Later the same year, the Lomolympics 2000 kicked off to much pomp and circumstance. Following the intense competition, Cecilie Owren of Norway took home the gold medal!


[2000-01] : Publication .

In the wake of many in-house publications (Moscow - New York 1995, Lomo On 1997, The Big Lomo 1997, Ferrari - Lomo Project 98, LomoViennaGuide 1999) the Lomo-Mauritius image Catalogue is released.

Representing an exciting new partnership between the Lomographic Society and Mauritius, the famous German image licensing firm, the Lomo-Mauritius Catalogue is over 250 pages of glossy, bursting lomographic images - from both the LC-A and ActionSampler Format. Is it hot in here, or is it just us!!


[2001] : Shopping fantasies & Fashion Dreams .

In Summer 2001, on the opening of the new and sparkling Kunsthalle (Contemporary Art Hall) in the Vienna MuseumsQuartier, the Lomographic Society christened the very first Lomography Shop in the world.

Offering a selection of unique and subtlety insane design products from around the word, in addition to our full line of Lomographic items, the Kunsthalle shop is a brick-and-mortar expression of lomographic vision and design.

November of the same year heralds the launch of the new Lomographic Fashion Collection: Only Naked Is Better. Featuring signature Lomographic images, Only Naked Is Better is a full collection of underwear and sportwear, for the Lomographic enthusiast who demands both gorgeous prints and unbridled sex appeal with their garments.


next...

ada lanjutannya
story of lomography (1)
10.08 | Author: do you know lydhia
Birth of the Lomo Kompakt .

In the genteel streets of St. Petersburg, Russia, the whole Lomographic phenomenon begins!

General Igor Petrowitsch Kornitzky, right-hand man to the USSR Minister of Defense and Industry, slammed a little Japanese mini-camera onto the ornate desk of his comrade Michail Panfilowitsch Panfiloff. Mr Panfiloff, Director of the powerful LOMO Russian Arms and Optical factory, examined the camera closely, noting its sharp glass lens, extremely high light sensitivity and robust casing. The two gentlemen, realizing the superior nature and extreme potential of this strange little item, gave immediate orders to copy and improve the design - with the ultimate goal of producing the largest quantity possible for the pleasure and glory of the Soviet population. It was decided - every respectable Communist should have a LOMO KOMPAKT AUTOMAT of their own.

The LOMO LC-A was born, and millions of cameras were promptly produced and sold. The Soviets and their Socialist playmates in Vietnam, Cuba and East Germany snapped happily away throughout the nineteen eighties, fully documenting the last gasps of Communism, and the occasional beach vacation on the Black Sea.


[1991] : Discovery .


A handful of restless Viennese students are cruising though the capital in great early summer spirits, enjoying the new-found Czech democracy. By this year, the LC-A's time in the sunshine was coming to a close.

Weakened by dirt cheap, battery-powered imports from Asia, the LC-A's popularity was waning, and it was available only at quirky, old-school camera shops. It was at an establishment such as this, where the Viennese students happened upon the adorable camera, and bought a couple for fun. Back on the resplendent streets of Prague, they zipped through the first few rolls of film: shooting from above and through their legs, shooting from the hip, and even sometimes looking through the viewfinder.

Back in Vienna they soon had the whole bag of film developed at the trusty corner supermarket (super cheapo!) and received a real surprise: Thousands of small, amusing, sad, garish shots of their little tour, wonderful focused and unfocussed images fresh from life in the Czech Republic. The images were amazing, dazzling all those present with a crushing sense of excitement - the likes of which they had never felt before.


[1992-93] : The Lomographic Society .

What happens next is quickly enough told. After seeing the incredible photographs; friends, relatives, and strangers on the streets all demanded LOMO cameras of their own!

Soon, the best sources (and worst-guarded security posts) of the former Eastern Bloc were employed for the clandestine import of these little wonders. The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) was soon founded in Vienna, with the aim of spreading the message of LOMOGRAPHY throughout the globe.


[1994-95] : Spread the Word .

In 1994, the first international Lomographic exhibition is held in Moscow and New York simultaneously. Huge Lomowalls are installed in each city, displaying thousands of images from the other.

Several months later, the first Lomographic Embassy was established in Berlin; a regional outpost for organization of local Lomographic events and members. Building on this success, Lomographic Embassies began to spread throughout the world - to their current number of approximately 60 across all continents. The concept of LomographicTours also launched, enabling intrepid members to organize Lomographic photography expeditions to various exotic destinations. To coordinate all of this spastic growth, lomo.com was launched as the lomographic communication center.

Truly, the whole progression was more spontaneous and hyperactive than could have ever been planned - a vibrant community grew without bounds; driven by the insatiable thirst for wild, vibrant, shocking images.

next....

ada lanjutannya
peraturan buat para lomographers
10.02 | Author: do you know lydhia
Bagi para Lomographers sendiri, Lomography ini punya 10 rules

yang antara lain adalah

1. Take your LOMO everywhere you go and whenever you go.
2. Use it any time - day or night.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.
6. Don't think.
7. Be fast.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.
9. You don't have to know afterwards, either.
10. Don't worry about the rules.



ada lanjutannya
kamera lomo
09.56 | Author: do you know lydhia
Ngomongin kamera, ada satu kamera yg unik bin misterius bin surprised. Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie (wah susah ngetiknya), ini dia nama yg ada di akte kelahiran kamera ni. Well, biar ga ribet ngomongnya singkat jadi Lomo aja ya. Lomo sendiri sebenernya merupakan nama perusahaan rusia yg membuat perangkat optik macam kamera, mikroskop dan teleskop. Di era Perang Dunia (PD) 2, Lomo adalah pemasok peralatan perang utk mililiter Rusia. Ketika itu, para agen mata2 Rusia sering memakai alat optik rahasia dari Lomo saat sedang bertugas. Hehe jadi inget fil James Bond yang kaya dengan gadget keren nan canggih itu ya. Tapi itu kan dulu. Kamera Lomo yang digunakan kalangan umum saat ini, jauh dari kesan spionase kok. Persamaanya, walaupun bentuknya mirip kamera biasa, namun alat ini menyimpan misteri di dalamnya.



Misteri Lomo terletak pada hasil jepretannya sendiri. Konon, lensa LOmo memiliki cacat. Namun kelemahan i ilah yang justru membuat hasil jepretan lomo sangat khas dan unik. Kita bisa menemukan warna2 khas Lomo yang sulit dihasilkan oleh kamera biasa. Dibagian sudut frame, kadang muncul warna gelap yg membentuk kesan artistik yg ga biasa. Lalu, dalam kondisi pencahayaan normal bisa saja muncul unsur warna biru, merah kuning danwarna lainnya. Unik banget yah?


Uniknya lagi, kita bisa menghasilkan 4 frame tua lebih dalam sekali jepret. Soalnya, dalam satu kamera Lomo terdapat beberapa lensa. Kejutan lain, setiap kamera LOmo juga memiliki kelebhan sendiri2. Yah, jadi mirip sidik jari gitu deh (hehe)...karena itu, jika hunting foto bersama teman2 menggunakan kamera berbeda, hasilnya un akan berbeda. Makanya, setiap org bisa menemukan kejutan Lomo masing2. Surprise!!!


Banyak juga komunitas Lomo, antara lain Lomography Society (Austria) yg dibentuk oleh Mattheus Fiegl dan Wolfgang Streingzer, dan Lomonesia (Indsonesia) yg tergabung dalam milis lomonesia@yahoogroups.com. Nah, kalo kita udah bosen bereksplorasi dgn kamera digital, maybe this a time untuk bermain dengan Lomo.


Kalo ada waktu, bakal ada postingan tentang berbagai pilihan kamera Lomo. Tunggu aja!
Lomo Holga.tunggu aja ulasannya


don't think, just shoot!

sumber : all-column.blogspot.com

ada lanjutannya
sebel sebel menjelang merayakan tahun baru
15.50 | Author: do you know lydhia
ih sebel banget sih

kemaren kan malem tahun baru. jadinya aku sama teman teman mau ngerayain dirumah aku. tapi, ternyata jam 4 an sudah ada hujan deras banget. aku udah ngggak sabar gitu deh. pertamanya kan aku sama teman ku mau belanja bahan bahan buat barbeque dulu jam 4-an . tapi, sudah hujan. jadinya kita harus menunggu sampai hujan itu agak reda. tapi, untung aja jam 5 an sudah reda. waktunya jadi kebuang sia sia deh. langsung tancap gas deh. beli bahan bahan.
sesampainya disupermarket ternyata kita nggak tau apa yang harus kita beli. kita bingung harus beli berapa jumlahnya, yang bagus yang mana.
fiuuh.. akhirnya kita nyerah deh. dan ternyata belanja bahan bahan kayak gitu doank menghabiskan 180ribu !banyak banget. padahal aku cuma bawa uang 30ribu. ya sudah terpaksa aku harus pake kartu atm

trus, pas mau pulang, ada kejadian lagi
pas keluar gedung supermarket, hujannya tambah deras. terpaksa aku nunggu temenku dulu ambil mobil dan aku menunggu(dan menunggu lagi) didepan pintu. pas temanku sudah dateng dia ngambil barang barang belanjaan. dan dia lupa kalau pintu nya ditutup semua. finally, semua pintu kekunci. dan untungnya salah satu kaca mobil ada yang terbuka dikit. dan satpamnya(sang pahlawan) dateng. lalu bukain pintunya deh.

ffiuh.. setelah berhujan hujan dikit(plus diliatin orang orang) akhirnya bisa pulang dehh

next, pas dirumah
ada kejadian lagi ternyata...

para teman temanku tidak bisa datang dikarenakan HUJAN (shit)
yang awalnya jumlahnya ada 8 orang menyusut menjadi 4 orang saja !
gila!!


ya sudah deh. kita mulai bakar and memepersiapkan segalanya jam 11an. tapi, pas teng jam 12 acara makan makan belom juga kelar. kita masih masak masak gitu. jadinya salah satu temenku ada yang nyalaian kembang api. dan yang lainnya masih sibuk nyiapin makanan.





ada lanjutannya