review transporter 3
21.58 | Author: do you know lydhia
Trnasporter 3
Film ini diawali dengan aktivitas mencurigakan sebuah kapal pengangkut muatan. Rasa ingin tahu dari kedua orang awak kapal tersebut akan muatan yang mereka bawa telah menewaskan diri mereka. Mayat mereka pun kemudian segera disingkirkan dengan cara dibuang ke laut. Setelah kejadian itu, cerita berlanjut dengan seorang laki-laki yang tengah mengemudikan mobil bersama seorang gadis yang sedang tertidur. Untuk menghindari sebuah operasi kepolisian, ia kemudian kabur dan para polisi pun mengejarnya.

Di saat yang bersamaan dengan itu, Frank Martin tengah asyik memancing bersama dengan Inspektur Tarconi. Namun, kedamaian untuk seorang Frank Martin tampaknya terasa terlalu mahal. Di tengah waktu santainya pada malam hari, sebuah mobil masuk dengan menabrak dan meruntuhkan tembok rumahnya. Mobil tersebut dikemudikan oleh laki-laki yang telah berhasil melarikan diri dari kejaran polisi dalam keadaan sekarat. Frank yang merasa cukup dikejutkan dengan kejadian itu pun berusaha mengeluarkan orang tersebut dari mobil dan memanggil ambulan. Orang itu menolak, namun pada akhirnya pun ia segera dibawa oleh ambulan tersebut. Frank yang menyadari adanya sesuatu yang tidak beres lalu mengejar ambulan yang telah mengangkut orang tersebut. Tetapi sudah terlambat, ambulan tersebut terlebih dahulu telah meledak dan hancur. Frank yang terkejut kemudian memeriksa mobil yang dikendarai orang itu dan menemukan seorang gadis berada di bagian belakang mobil tersebut. Tidak lama setelah itu, Frank kemudian tidak sadarkan diri.

Kemudian, Frank yang pingsan, menemukan dirinya terbangun di suatu tempat. Ternyata ia dibawa untuk dihadapkan kembali pada pekerjaannya sebagai “transporter.” Pada awalnya, ia menolak untuk menerima tugas tersebut. Akan tetapi, keputusannya pun berubah dengan situasi yang tidak menguntungkan baginya. Maka, seperti sebelumnya, Frank pun kembali harus menjalankan tugas sebagai seorang pengantar. Dan kali ini, aturannya masih tetap sama, kecuali satu. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Enjoy the movie, then…


Overall

Film ini memperoleh tanggapan yang cukup beragam dari berbagai kalangan penikmatnya. Mulai dari yang merasa agak kecewa, hingga yang merasa dipuaskan lewat film ini. Saya sendiri merasa cukup terhibur dengan film ini. Meskipun harus diakui dengan kualitas cerita yang standar dan tidak sulit untuk ditebak, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa film ini tidak bisa dibilang jelek. Jason Statham kembali jadi alasan utama saya untuk menyaksikan film laga ini. Kualitas akting yang berkembang, dipadukan dengan modal dasar yang wajib dimiliki oleh para pemain film action saat ini telah ia miliki. Dari fisik yang oke, sampai pada kemampuan meminimalisir penggunaan pemeran pengganti untuk berbagai adegan ekstrim yang dilatarbelakangi oleh kemampuan beladirinya pun telah semakin mengangkat dirinya. Belum lagi ditambah dengan koreografi yang ditangani oleh Corey Yuen Kwai. Hal itu menjadikan film ini cukup wajib untuk disaksikan para penggemar film action.

Secara keseluruhan, film ini memang tidak mengecewakan. Adegan-adegan fighting pada film ini bener-bener keliatan keren dan cukup intense seperti film-film action lainnya yang pernah Jason Statham bintangi. Walaupun inti dari cerita pada film ini bisa dibilang sudah cukup umum, namun saya merasa cukup tertarik dengan tema cerita yang dibawakan Transporter 3 kali ini. Perjanjian illegal antara pihak pemerintah yang berwenang dengan pihak-pihak pelaku kegiatan bisnis yang “dilegalkan” sepertinya cukup menarik untuk diangkat. So, para penikmat film action, para penggemar Jason Statham, serta para pemerhati Transporter series… Feel free to enjoy this movie!
sumber: ngobrolaja.com
This entry was posted on 21.58 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comend: